Wednesday, May 21, 2008
posted by iroquist de aNt0 at 8:04 PM | Permalink
Selangkah Untuk Menjadi Legenda

Tulisan ini diposting hanya beberapa jam sebelum partai final liga champions yang mempertemukan Manchester United Vs Chelsea dimulai. Untuk kali ketiga final liga champions mempertemukan dua tim senegara,setelah pada tahun dua ribu Spanyol mengirimkan Real Madrid dan Valencia sebagai wakil mereka ke final yang kemudian dimenangkan Real madrid dengan skor 3-0. Lalu di tahun dua ribu tiga giliran Itali yang beruntung mengirimkan dua wakilnya di final. AC Milan dan Juventus yang bertanding di partai puncak dianggap gagal menampilkan pertandingan yang menghibur. Kedua tim bermain sangat hati-hati sehingga dalam waktu dua kali empatpuluh lima menit tidak ada satupun gol yang tercipta. AC Milan akhirnya mengangkat trofi setelah melalui drama adu penalti. Di tahun dua ribu tujuh, Inggris mempunyai kesempatan menggelar final senegara setelah meloloskan tiga wakilnya ke semifinal. Namun sayangnya Manchester United yang mempunyai tugas menghabisi AC Milan gagal melakukan tugasnya. Meski Unggul 3-2 di kandang sendiri,namun anak-anak asuhan Sir Alex dihancurkan di Milan dengan skor telak 3-0 !. Milan akhirnya kembali tampil di sebagia juara setelah menyudahi perlawanan Liverpool di Athena,Yunani. Tahun ini tim-tim Inggris kembali berjaya di Liga Champions. Setelah kembali mengirim tiga wakilnya ke semifinal akhirnya Inggris menjadi negara ketiga yang bisa mengirmkan wakilnya ke dua wakilnya ke partai final. hal ini juga menepis anggapan bahwa apa yang terjadi tahun lalu adalah sebuah kebetulan.

Bagi Chelsea,ini merupakan final pertama mereka di Liga Champions. Sebagai debutan seluruh anggota tim tentu saja mereka menginginkan nama-nama mereka dikenang oleh semua orang terutama oleh fans The Blues sendiri sebagai anggota dari legenda klub yang berhasil membawa trofi Liga Champions ke Stamford Bride,markas mereka. Bukan sekadar itu, mereka juga akan menjadi bagian dari klub pertama London yang bisa memenangkan kompetisi Eropa itu. Masih ditambah lagi, akan menjadi klub pertama Inggris yang mengalahkan sesama tim Inggris di final Liga Champions. Dan mereka pun akan menjadi legenda. Nama mereka pun akan dikenang hingga ratusan tahun kemudian.

Bagi Manchester sendiri, ini merupakan final ke dua mereka di era Sir Alex Ferguson. Setelah di tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan mereka sukses menggondol piala tersebut ke Old Traffod. Mereka pun berpeluang untuk tetap meneruskan catatan manis selalu menjadi juara setiap lolos ke final Liga Champions. Yang Berarti akan membuat nama mereka sejajar dengan legenda klub tersebut. Di sejajarkan dengan legenda klub,tentu tak ada lagi lagi perhargaan yang lebih bagi seorang pesepakbola selain disejajarkan dengan legenda klub tempat mereka bermain. Karena dengan demikian mereka tahu bahwa mereka telah menjadi legenda klub tersebut. peolpe will remember their names. Long after they're gone...
Selaku saksi hidup atas prestasi gemilang mereka di tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan yang berhasil menggondol Piala Liga,Premier League, dan Liga Champions yang kemudian mereka lengkapi dengan Pial Toyota di akhir tahun, ada sedikit kekecewaan dengan pola permainan MU yang sedikit berubah. Mengamini apa yang dikatakan Johan Crujff bahwa apapun yang nantinya diraih oleh tim MU yang sekarang ini, mereka bukanlah tim yang hebat. Setidaknya kalah hebat dari MU di tahun 1968 dan 1999. Tak ada lagi serangan bertubi-tubi layaknya air bah dalam setiap pertandingan MU. Bahkan dalam keadaan terpaksa mereka pun tak lagi sungkan untuk mempraktekan permainan bertahan total ala Itali. Sebetulnya banyak juga gumaman ketidakpuasan dari sebagian pendukung MU pada perubahan itu. Mungkin mereka merasa ada sesuatu yang kurang dengan permainan tim mereka. Meski demikian yakinlah bahwa jika MU mengalahkan Chelsea, gumaman ketidakpuasan itu akan larut dengan sendirinya. Memang pada akhirnya tim yang tersenyum di akhir pertandingan bukan tim yang bermain indah. Melainkan tim yang mencetak gol kemenangan. Tapi tetap saja there is a honor untuk mempertahankan apa yang kita yakini.

Chelsea dan MU memang sudah saling mengenal. Di dua partai Liga pun mereka saling mengalahkan. Setelah mengalahkan Chelsea di kandang sendiri dengan skor 2-0, Bulan lalu giliran Chelsea yang mengalahkan MU dengan skor tipis 2-1. Bagi Chelsea sendiri dua skenario seperti sudah terpampang didepan mata. Kalau menang, kalimatnya kemungkinan menyebut kesempatan untuk menorehkan sejarah terlalu berharga untuk dilewati, sehingga telah menjadi motivasi yang tiada tara untuk meraihnya. Kalau kalah, kalimatnya kemungkinan adalah tekanan untuk menorehkan sejarah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Walau dalam konteks yang lebih besar apapun hasilnya nanti, akan tetap masuk dalam catatan sejarah persepakbolaan Eropa. Setidaknya catatan statistik bahwa di tahun 2008 final Liga Champions terjadi antara Chelsea melawan Manchester United.

"....This battle will never be fogotten. Nor will the heroes who fight in it..."