Sunday, April 20, 2008
posted by iroquist de aNt0 at 10:38 PM | Permalink
Cantik
Kecantikan,kayanya emang satu hal yang termasuk gak da habisnya buat dibahas. Berangkat dari hal itu lah gue mencoba buat menambah catatan panjang pembahasan tentang kecantikan.
Sering kali kita ngeliat di layar kaca televisi, banyak sekali para wanita dengan paras yang amat jauh dari kata jelek yang gak gue kenal bermunculan. Bahan dasar yang rupawan dipadu dengan make up yang terampil,plus teknik syuting yang kian hari kian canggih semakin menimbulkan keraguan dalam hati untuk meyakini bahwa mereka adalah manusia biasa. Tapi setelah melihat kemampuan aktingnya mereka,tak jarang akting dari mereka membuat mual,dada sesak dan hati capek karena kemampuan aktingnya yang gak bagus. Ah…Sayang rasanya kalo dah terjadi hal semacam ini.
Berbeda ketika kita melihat aksinya mBak Tamara Blezinsky,Dian Sastro atau Nirina Zubir. Penampilan yang cantik dipadu dengan kemampuan akting yang menawan sehingga bikin kita berdecak kagum dengan kemampuan mereka memainkan peran yang mereka bawakan.
Orang inggris bilang “Beauty is only skin deep”. Kecantikan itu hanya sebatas kulit. Di balik itu hanyalah tengkorak. Dan belum pernah ada kejadian tengkorak yang gak serem. Pastinya terdapat dua kelompok orang cantik. Yang pertama kelompok A,yang ngerasa bahwa kecantikan yang mereka miliki adalah hasil dari kerja keras mereka. Dan ke dua kelompok B,yang ngerasa bahwa kecantikan yang dia miliki hanyalah anugerah pemberian dari tuhan sehingga ngebikin mereka tetep rendah hati.
Mari kita liat contoh kelompok A. Di tempat-tempat umum. Di terminal,di stasiun,di Bioskop, atau mall,seringkali kita melihat banyak wanita cantik dengan dandanan yang semakin membuatnya terlihat cantik. Hati pun serasa bunga yang mekar,dan segar. Tapi beberapa detik kemudian kita ngeliat kelakuannya amat gak sesuai dengan parasnya. Terkesan sombong dan bangga dengan kecantikan yang dia miliki. Seolah itu adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini. Bukan pemberian dari tuhan. Hati yang mulai mekar pun seketika menjadi layu.
Untuk contoh kelompok B. Loe mungkin punya cerita tentang yang satu ini,tapi untuk kali ini biar lah gue yang bercerita. Si “Cantik” ni gue temukan di terminal bis disuatu siang yag amat panas. Berpakaian sederhana tapi tetep ngasih kesan yang elegan bagi orang yang ngeliatnya. Dan yang lebih ajaib lagi,Dalam udara yang berdebu,suhu yang gak asik dan diantara muka orang-orang susah akibat kepanasan,Si “Cantik” tetap mempertahankan senyumnya. Waktu serasa berhenti. Gue gak percaya, bagaimana mungkin dia bisa mempertahankan senyumnya di dalam suasana yang gak nyaman dan diantara wajah orang-orang susah senyum?. Sampai pada akhirnya Si ”Cantik” menghilang bersama bis yang membawanya pergi. Tapi bayang-bayang akan dirinya tetap tertinggal di tempat dia berdiri beberapa saat yang lalu. Mungkin itulah kecantikan yang berkelas. Wajah enak dilihat,penampilan yang serasi dan kelakuannya pun nyaman di hati.akbatnya terus menggema dalam imajinasi.
Sering kali kita ngeliat di layar kaca televisi, banyak sekali para wanita dengan paras yang amat jauh dari kata jelek yang gak gue kenal bermunculan. Bahan dasar yang rupawan dipadu dengan make up yang terampil,plus teknik syuting yang kian hari kian canggih semakin menimbulkan keraguan dalam hati untuk meyakini bahwa mereka adalah manusia biasa. Tapi setelah melihat kemampuan aktingnya mereka,tak jarang akting dari mereka membuat mual,dada sesak dan hati capek karena kemampuan aktingnya yang gak bagus. Ah…Sayang rasanya kalo dah terjadi hal semacam ini.
Berbeda ketika kita melihat aksinya mBak Tamara Blezinsky,Dian Sastro atau Nirina Zubir. Penampilan yang cantik dipadu dengan kemampuan akting yang menawan sehingga bikin kita berdecak kagum dengan kemampuan mereka memainkan peran yang mereka bawakan.
Orang inggris bilang “Beauty is only skin deep”. Kecantikan itu hanya sebatas kulit. Di balik itu hanyalah tengkorak. Dan belum pernah ada kejadian tengkorak yang gak serem. Pastinya terdapat dua kelompok orang cantik. Yang pertama kelompok A,yang ngerasa bahwa kecantikan yang mereka miliki adalah hasil dari kerja keras mereka. Dan ke dua kelompok B,yang ngerasa bahwa kecantikan yang dia miliki hanyalah anugerah pemberian dari tuhan sehingga ngebikin mereka tetep rendah hati.
Mari kita liat contoh kelompok A. Di tempat-tempat umum. Di terminal,di stasiun,di Bioskop, atau mall,seringkali kita melihat banyak wanita cantik dengan dandanan yang semakin membuatnya terlihat cantik. Hati pun serasa bunga yang mekar,dan segar. Tapi beberapa detik kemudian kita ngeliat kelakuannya amat gak sesuai dengan parasnya. Terkesan sombong dan bangga dengan kecantikan yang dia miliki. Seolah itu adalah hasil dari kerja kerasnya selama ini. Bukan pemberian dari tuhan. Hati yang mulai mekar pun seketika menjadi layu.
Untuk contoh kelompok B. Loe mungkin punya cerita tentang yang satu ini,tapi untuk kali ini biar lah gue yang bercerita. Si “Cantik” ni gue temukan di terminal bis disuatu siang yag amat panas. Berpakaian sederhana tapi tetep ngasih kesan yang elegan bagi orang yang ngeliatnya. Dan yang lebih ajaib lagi,Dalam udara yang berdebu,suhu yang gak asik dan diantara muka orang-orang susah akibat kepanasan,Si “Cantik” tetap mempertahankan senyumnya. Waktu serasa berhenti. Gue gak percaya, bagaimana mungkin dia bisa mempertahankan senyumnya di dalam suasana yang gak nyaman dan diantara wajah orang-orang susah senyum?. Sampai pada akhirnya Si ”Cantik” menghilang bersama bis yang membawanya pergi. Tapi bayang-bayang akan dirinya tetap tertinggal di tempat dia berdiri beberapa saat yang lalu. Mungkin itulah kecantikan yang berkelas. Wajah enak dilihat,penampilan yang serasi dan kelakuannya pun nyaman di hati.akbatnya terus menggema dalam imajinasi.

