Friday, April 25, 2008
posted by iroquist de aNt0 at 11:56 PM | Permalink
Taegukgi (2004). Keluarga, Cinta dan Negara.

Film yang memiliki backsound instrument yang sangat menyentuh sanubari (yang katanya dipake juga untuk backsound film Eskul dan Ayat-Ayat Cinta versi bajakan) ini mengisahkan tentang perang Korea. Dalam film ini, dua saudara kakak beradik harus ikut wajib militer untuk membela negaranya, Korea Selatan berperang melawan Korea Utara. Menyadari bahwa Sang Adik adalah satu-satunya harapan keluarga mereka, Sang kakak pun memiliki tekad untuk mengirimkan adiknya kembali pulang dan meneruskan sekolahnya.
Kemudian sang kakak mengerti bahwa untuk melakukan hal itu hanya ada satu cara yaitu dengan memperoleh medali. Sang kakak pun berjuang mati matian supaya mendapat medali dan mempergunakannya untuk mengirimkan adiknya kembali pulang. Sayangnya, Sang Adik salah mengartikan perbuatan kakaknya, dia beranggapan bahwa kakanya telah berubah menjadi orang yang gila pangkat dan penghargaan sehingga malah berbalik membenci Sang Kakak.
Hingga akhirnya Sang Kakak mendapatkan medali atas keberhasilannya menangkap komandan perang Korea Utara hidup-hidup. Tapi Sang Adik menolak untuk dipulangkan ke rumah. Karena medali yang didapat Sang kakak juga menyebabkan salah satu rekan sesama prajurit mereka tewas.
Ada sebuah scene yang cukup menarik, yaitu saat tunangan Sang Kakak ditangkap karena menandatangani formulir pendaftaran anggota Partai Komunis. Padahal saat menandatangani formulir tersebut ia tidak tahu jika itu adalah formulir untuk pendaftaran Partai Komunis. Ia mau menandatangini formulir tersebut hanya untuk mendapatkan makanan sebab pemerintah Korea Selatan sendiri saat itu tidak mampu mencukupi kebutuhan rakyatnya. Dua saudara kakak-beradik pun mencoba meyelamatkannya. Namun malang, sang wanita tetap dibunuh. Dan karena perbuatan mereka yang mencoba meyelamatkan wanita tersebut dengan cara melawan aparat yang bertugas saat itu, sang kakak yang memiliki bintang penghargaan pun periksa oleh pemerintah, sedangkan adiknya ditangkap dan dipenjara. Mereka dituduh bergabung dengan komunis.
Tiba tiba,terjadi serangan mendadak oleh Korea Utara. Sang kakak memaksa interogatornya untuk membebaskan tawanan termasuk adiknya. Tapi, intergator tersebut malah memerintahkan supaya membunuh semua tahanan dan membakar penjara tersebut. Sang kakak panik dan membunuh interogator, dia pun menyangka adiknya telah tewas akibat pembakaran tersebut. Akhirnya, sang kakak membelot ke Korea Utara untuk membalas dendam pada Korea Selatan.
Ternyata sang adik masih hidup, dan mereka pun berhadapan di medan tempur. Bagaimana akhirnya ? Silahkan tonton DVD nya.


Hal yang gue dapat dari film ini adalah bagaimana bahasa ideologi macam liberal, komunis, sosialis, dll itu masih terlalu asing buat sebagian orang. Terutama untuk orang-orang "kecil" yang berbahasa dengan kebutuhan sehari - hari untuk bertahan hidup, persaudaraan, pengorbanan, dan cinta. Pemerintah mungkin mau berperang karena masalah ideologi yang tentu saja akan menyengsarakan rakyatnya, tapi tidak buat mereka yang dengan sepenuhnya hanya mengerti bagaimana cara untuk bertahan hidup tanpa mengerti bahasa yang disebut ideologi.

Peristiwa membelotnya sang kakak menunjukkan ia lebih mencintai adiknya daripada negaranya, apalagi ideologinya. Karena yang dia tahu hanyalah bagaimana mencintai saudaranya, memikirkan masa depan adiknya dan diatas segalanya adalah kebahagian keluarganya.

Kiranya hal inilah yang harus disadari bersama, ideologi kekinian tidak bersifat menyeluruh. ia hanya menjadi milik orang orang yang apabila merunut hierarki maslow berada di tingkat 4 atau 5 (self esteem dan self actualization) sedangkan bagi orang yang berada di tingkat dibawahnya, mereka berbicara dengan bahasa yang bebrbeda, yang pada akhirnya memiliki pandangan hidup yang berbeda.
Lantas, apakah ideologi ini, liberal, komunis, dll. bersifat menyeluruh dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat?
Sepertinya tidak....